Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit mengenai artikel yang dipresentasikan pada WORKSHOP ON GROWTH AND DIVERSIFICATION IN MINERAL ECONOMIES (ORGANISED BY UNCTAD) IN CAPE TOWN, SOUTH AFRICA dari 7 – 9 NOVEMBER, 2000.
yang bisa diunduh disini:
http://www.unctad.org/infocomm/Diversification/cape/pdf/modise.pdf
Kegagalan suatu negara dalam mengelola pendapatan yang diperolehnya dari sumber daya yang diatur dalam suatu mekanisme Kebijakan Mineral sering kali mengacu kepada “Resource Curse” alias kutukan atas sumberdaya. Ironis memang, sumberdaya yang seharusnya menjadi “blessing” alias berkat malah akan berdampak buruk bagi “pemiliknya” apabila tidak dikelola dengan baik.
Kali ini kita akan mencoba membahas mengenai Botswana, suatu negara di daerah yang memiliki memiliki 3 sumber daya mineral utama, yaitu berlian, tembaga / nikel serta soda abu yang semuanya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap GDP serta ekspor negara tersebut.

sumber: http://www.uncg.edu/afs/Images/BotswanaMap.gif
Semua usaha-usaha pertambangan di Botswana beroperasi sebagai perusahaan swasta, meski demikian Pemerintah juga memiliki saham yang cukup signifikan. Dengan demikian kepemilikan swasta tetap dibatasi dan tidak akan bertentangan dengan Pembangunan Ekonomi Nasional.
Lebih dari 95% pendapatan mineral Botswana berasal dari berlian. Sebagian besar berlian tersebut diolah menjadi Gem Diamonds. Produksi berlian Botswana dipasarkan melalui Central Selling Organization (CSO) yang merupakan marketing arms dari De Beers.
Botswana sebenarnya merupakan kontributor terbesar dari CSO. Organisasi tersebut mengendalikan antara 65-75% dari penjualan berlian secara global. Karena ke-khas-an serta pengaturan pemasarannya yang khusus, maka berlian tidak dapat diperdagangkan secara bebas.
Beberapa analis memperkirakan bahwa Pemerintag Botswana memperoleh sekitar 75% keuntungan dari penambangan berlian melalui instrumen pajak, royalty serta dividen.
Botswana sendiri memiliki program pembangunan yang disebut: National
Development Plans (NDPs). NDP 8-nya dengan judul Sustainable Economic Diversification membuktikan bahwa pemerintah Botswana peduli dengan Sustainable Development dan berusaha dalam pengembangan fisik serta infrastruktur sosial seperti jalan, pasokan air, pasokan listrik,
telekomunikasi, fasilitas kesehatan, sekolah serta pemberdayaan manusia.
Dengan penjualan Berlian ke luar Negeri menyebabkan hard currency memiliki kekutan yang sangat tinggi, dengan demikian negara harus melakukan usaha-usaha untuk tetap menjaga nilai mata uangnya sendiri. Selain itu dengan tingginya pendapatan di sektor pertambangan yang tidak berimbang dengan pendapatan di sektor lain bisa menimbulkan “Dutch Disease” apabila tidak segera ditanggulangi.
Dengan ungkapan “Diamonds are Forever” serta “Diamonds are a Girl’s Best Friend”, Botswana harus memberdayakan Kebijakan Mineral yang semakin baik, dengan tidak dipengaruhi oleh kepentingan-kepentingan politik. Selain itu Botswana juga harus lebih memperhatikan sektor-sektor pemberdayaan manusia, khususnya dalam pencegahan HIV-AIDS serta peningkatan profesional serta kemampuan teknologi, kususnya Teknologi Informasi. Dengan kemampuan TI serta infrastuktur yang baik, Botswana dapat bersaing di era digital saat ini.